[KISAH] Baca Istighfar, Semua Do'a Terkabul

Kisah Manfaat Luar Biasa dari Istighfar!
Kisah yang tertulis dalam sebuah kitab berjudul Shifatus Shafwah yang dikarang oleh Ibnul Jauzi.

Dikisahkan bahwa suatu hari Imam Ahmad Bin Hambal melakukan sebuah perjalan jauh. Ia tiba disuatu desa pada kondisi yang telah malam sehingga dia sempat kebingungan lalu berinisiatif untuk meminta izin kepada pengurus masjid di tempat itu agar mengizinkannya bermalam di masjid.

Sayangnya, meskipun nama dan ajaran Imam Ahmad sudah sangat tenar sampai ke pelosok negeri, tapi karena pada waktu itu informasi dan teknologi masih sangat terbatas sehingga banyak yang tidak mengenali sosok dan rupanya. Oleh karena itulah pengurus masjid tidak memperkenankan beliau bermalam di masjid. Singkat cerita, Akhirnya dia bertemu dengan seoorang pengusaha roti yang bersedia mengizinkannya menginap di rumahnya.

ketika sampai di rumah tukang roti tersebut, Imam Ahmad mendengar istighfar yang diucapkan tukang roti di setiap aktifitas yang ia lakukan. Menurutnya, amalan tersebut sederhanya namun istimewa.

Iman Ahmad lalu menanyakan fadhilah/manfaaat yang didapat tukang roti tersebut dari membaca istighfar. Tukang roti tersebut menjawab, "Fadhilahnya, setiap doa yang saya panjatkan kepada Allah, pasti selalu dikabulkanNya".



"Tapi ada satu doa yang sampai saat ini belum dikabulkan oleh Allah", lanjut si tukang roti.

Imam hambal lalu bertanya lagi, "doa apakah yang belum diijabah tersebut?".
Tukang roti menjawab, "saya berdo'a kepada Allah agar saya dapat bertemu Imam Ahmad bin Hambal, namun sampai saat ini saya belum juga dipertemukan dengannya".

Imam Ahmad lalu terkejut dan berfikir bahwa semua kejadian yang dialaminya hari itu bukanlah kebetulan semata tetapi ada alasan yang Allah rencanakan (skenario Allah) sebagai jawaban atas do'a penjual roti tersebut yang telah lama berdoa dan berkeinginan bertemu dengan beliau.

Demikian contoh singkat dari dahsyatnya manfaat membaca istighfar sehingga membuat Allah berkenan mengabulkan semua doa yang dipanjatkan kepadaNya.




Jiwa kita ibarat gelas, susuatu yang bersih membutuhkan wadah yang suci dan bersih pula. Jika Jiwa kita kotor, maka Keberkahan Allah tidak akan dicurahkan, rahmat dan kasih sayangNya tidak akan diturunkan, dan doa tidak akan diijabah, kecuali jika kita telah membersihkan jiwa kita tersebut.


Oleh karena itu penting bagi kita untuk membersihkan jiwa kita dengan bertaubat dan melakukan berbagai amal sholeh serta istiqomah memohon ampun dengan sering melantunkan istighfar.




Sponsored Links


Google search

Custom Search

POSTINGAN TERPOPULER MINGGU INI